Info Kesehatan
Changes Your Smile !!! oleh drg. Sarintan Silalahi, Sp.KG
Friday, 24 October 2014 11:29

CHANGES YOUR SMILE                                                     drg. Sarintan Silalahi, Sp.KG

Keinginan untuk terlihat cantik, menarik dengan senyum yang indah dan sehat merupakan impian setiap orang. Kesehatan dan Estetik gigi, kini sudah menjadi kebutuhan terutama bagi seseorang yang keseharian maupun pekerjaanya membutuhkan penampilan wajah yang menarik. 

Sejalan dengan kemajuan teknologi dalam bidang Kedokteran Gigi, perawatan gigi dan mulut kini lebih mengarah pada upaya memperindah penampilan wajah untuk meningkatkan kepercayaan diri seseorang agar dapat selalu tampil dengan senyum yang indah dan sehat.

Tampillah, percaya diri....Dengan gigi yang sehat & senyum yang indah.

         
DIRECT RESTORATION

Bahan komposit dengan tampilan estetik yang menyerupai gigi aslinya kini telah digunakan untuk melindungi seluruh struktur gigi pada kasus perawatan saluran akar maupun pada gigi dengan kerusakan yang telah meluas. Tambalan komposit mempunyai karakteristik warna yang menyerupai gigi asli sehingga tampak alami secara estetik, dan memiliki kekuatan untuk mendukung fungsi pengunyahan yang baik.

 

 

FISSURE SEALANT

Merupakan aplikasi sealant berupa gel fluor pada ceruk / celah dipermukaan gigi, sebagai suatu tindakan preventif untuk melindungi gigi permanen sejak dini dari bakteri dan kuman penyakit yang dapat mengakibatkan gigi berlubang. Baik dilakukan sejak anak memasuki usia remaja

 DIRECT VENEER COMPOSITE 

Gigi yang mengalami perubahan warna serta kerusakan pada struktur permukaannya dapat direstorasi dengan perawatan Direct Veneer Composite, yaitu suatu teknik di bidang kedokteran gigi yang didukung dengan teknologi dan bahan yang modern saat ini, sehingga dapat mewujudkan struktur gigi yang sehat dan kuat serta senyum yang  indah.  

DIASTEMA CLOSURE

Diastema atau celah pada gigi yang terlalu lebar akan mengakibatkan perasaan kurang nyaman pada saat selesai makan karena mudah tersangkut sisa makanan dan kurangnya rasa percaya diri pada saat tersenyum. Dengan perawatan diastema closure, masalah ini dapat diatasi sehingga anda merasa nyaman dan senyum lebih percaya diri.

 

 TOOTH RECONTOURING / RESHAPING

Gigi dengan bentuk dan ukuran anatomis yang kurang sesuai serta susunannya yang sedikit berjejal, rotasi dapat dikoreksi dengan tindakan recontouring / reshaping, sehingga bentuk dan susunan gigi menjadi lebih ideal dan senyum lebih indah.

 

 

 

TOOTH BLEACHING / PEMUTIHAN GIGI 

Proses pemutihan gigi / bleaching dapat dilakukan terhadap gigi yang mengalami perubahan warna, baik karena faktor eksternal berupa makanan dan minuman berwarna maupun faktor internal karena obat-obatan yang dikonsumsi pada masa anak-anak. Proses bleaching yang tepat akan memberikan hasil yang optimal dan aman.

 

 

 ROOT CANAL TREATMENT/                       PERAWATAN SALURAN AKAR GIGI.

Kini gigi yang sakit atau rusak dan telah mengalami peradangan tidak perlu dilakukan pencabutan, perawatan saluran akar gigi merupakan solusinya. Teknik yang dilakukan adalah menghilangkan penyebab keluhan dengan mengambil jaringan syaraf dan pembuluh darah yang telah terkontaminasi bakteri pada saluran akar, tanpa rasa sakit dengan peralatan yang didisain khusus dapat mencapai ujung akar gigi sehingga mengangkat bakteri-bakteri penyebab infeksi. Dan selanjutnya saluran akar akan ditutup dengan kondisi steril. Mempertahankan gigi selama mungkin di rongga mulut merupakan filosofi mutlak sebab setiap gigi yang dicabut dapat mengakibatkan gangguan fungsi jangka panjang pada seluruh tubuh secara umum dan sistem pengunyahan pada khususnya.

BEST EXPERIENCE

ROOT RABBIT TEETH - CHANGE YOUR SMILE PERFORMANCE

 

 

 
Edukasi Jatuh dan Vitamin D oleh dr Vera, SpPD-KGer
Thursday, 25 September 2014 07:54

Jatuh  dan Vitamin D

dr Vera, SpPD-KGer

Senior Clinic RS Immanuel Bandung


 

         Jatuh merupakan penyebab terbanyak warga usia lanjut masuk rumah sakit, karena sering mengakibatkan trauma serius, seperti patah tulang panggul, perdarahan dalam tempurung kepala, bahkan kematian. Implikasi lain dari jatuh adalah timbulnya rasa takut jatuh dan hilangnya rasa percaya diri untuk berjalan sedemikian sehingga warga usia lanjut cenderung membatasi aktivitasnya sehari-hari. Pembatasan ini dapat menurunkan kemandirian dan memperburuk kualitas hidup warga usia lanjut. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan terjadinya jatuh pada warga usia lanjut.

Upaya pencegahan jatuh dilakukan dengan memperhatikan faktor risiko jatuh. Faktor risiko jatuh pada warga usia lanjut dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni: faktor intrinsik (dari dalam pasien) dan faktor ekstrinsik (dari luar pasien). Faktor intrinsik meliputi: penyakit yang diderita pasien, gangguan penglihatan, gangguan keseimbangan (pasca stroke, osteoarthritis lutut), kelemahan otot tungkai bawah. Faktor ekstrinsik meliputi: lingkungan (lantai licin, permukaan lantai tidak rata, penerangan ruangan tidak memadai), obat-obatan yang mempengaruhi keseimbangan (obat tidur), pemilihan alat bantu jalan yang keliru.

 Hipovitaminosis D (=kekurangan vitamin D) dapat meningkatkan risiko jatuh karena vitamin D diperlukan dalam kontraksi otot dan memelihara keseimbangan tubuh. Di samping jatuh berulang, gejala lain dari hipovitaminosis D adalah nyeri tulang (terutama rangka tulang dada, bahu, panggul, tulang punggung), nyeri otot, dan kelemahan otot tungkai bawah yang ditandai dengan kesulitan naik tangga. Vitamin D terutama diperoleh dari paparan sinar matahari, sebagian kecil diperoleh dari makanan seperti: produk susu olahan dan ikan. Seiring dengan bertambahnya usia, terjadi penurunan aktivitas di luar rumah sehingga paparan sinar matahari berkurang. Selain itu, pada warga usia lanjut, terjadi penurunan daya serap kulit terhadap sinar ultraviolet.

***

 

 
IMPOTENSI BUKAN AKHIR SEGALANYA
Monday, 22 September 2014 09:44

 

IMPOTENSI BUKAN AKHIR SEGALANYA

OBATI DENGAN TEPAT

Dr. Dandy Tanuwidjaja, SpU

            Bagi seorangpria, kejantanan secara seksual merupakan hal yang sangat penting.Hal tersebut membuat seorang pria bisa menjadi pria secara utuh, sebagaimana halnya kemampuan mempunyai keturunan bagi seorang wanita.Namun tidak jarang fungsi seksual pria ini menjadi terganggu, atau yang lebih dikenal awam dengan istilah impotensi.Impotensi atau disfungsi ereksi (DE) ini jika dibiarkan dapat mempengaruhi seorang pria dan pasangannya, terutama dari sisi psikis dan kualitas hidup.

            Angka kejadian DE ini sendiri cukup banyak.Penelitian di Amerika Serikat menemukan bahwa  52%  pria berusia 40 – 70 tahun menderita DE. Di Asia, penelitian di Taiwan menemukan bahwa  29%  pria berusia di atas 40 tahun menderita DE.  Dari dua penelitian tersebut saja, dapat kita simpulkan bahwa 1-2 dari 3 pria berusia di atas 40 tahun menderita DE, suatu jumlah yang banyak jika dibandingkan kelainan/penyakit lainnya. Banyak pasien DE sering kali merasa malu untuk datang berobat kedokter, sebagian beranggapan bahwa kondisi tersebut tidak dapat diobati dan harus diterima sebagaimana takdir  yang telah ditentukan. Sebagian lagi memilih untuk berobat kepengobatan tradisional, yang keamanan dan efektivitasnya masih dipertanyakan.

            Apakah impotensi atau disfungsi ereksi itu? Disfungsi ereksi adalah ketidak mampuan menetap untuk mencapai dan mempertahankan ereksi penis yang diperlukan untuk hubungan seksual yang memuaskan kedua pihak.Dikatakan disfungsi ereksi jika gangguan tersebut telah berlangsung 3 bulan atau lebih. Hal ini perlu dipahami dan dibedakan dengan ejakulasi dini. Ejakulasi dini sendiri adalah ejakulasi yang terjadi terlalu dini dengan rangsangan minimal dan sulit dikontrol, sebelum atau sesudah penis masuk ke vagina, yang mana hal tersebut menimbulkan masalah bagi salah satu atau kedua pihak.

            Secara umum, penyebab DE dapat dibagi dua, yaitu penyebab organic dan psikogenik. Penyebab psikogenik adalah stress psikologis seseorang yang mengganggu proses ereksi, misalnya ada masalah dalam rumah tangga, masalah pekerjaan, sering bertengkar dengan pasangan, dan lain-lain. Pasien dengan DE psikogenik ini biasanya masih dapat ereksi normal pada saat tidur malam atau di pagi hari saat bangun tidur, hal ini tidak terjadi pada DE karena penyebab organik. Sedangkan penyebab organic adalah kondisi atau kelainan fisik yang terdapat pada seseorang, yang dapat menyebabkan DE. Terdapat beberapa factor risiko organik yang  menyebabkan seorang pria berisiko terkena DE, diantaranya : kegemukan, kurang olah raga, kencing manis, merokok, kelebihan kolesterol darah, riwayat trauma atau operasi daerah panggul dan kemaluan sebelumnya, penyakit prostat, obat-obatan, penyakit jantung, stroke, dan gangguan hormon. Faktor-faktor organic tersebut berpengaruh dan harus sedapat mungkin diatasi sebagai bagian dari tidak terpisahkan pengobatan DE.

            Pasien tidak perlu merasa malu untuk datang kedokter dengan masalah tersebut. Dokter, khususnya dokter spesialis urologi, sudah biasa dalam menangani kasus DE. Rahasia dan kenyamanan pasien akan selalu terjaga dan menjadi prioritas dokter yang menangani. Dalam mengobati DE, pertama - tama dokter akan memeriksa pasien secara lengkap menyeluruh. Jika terdapat factor - faktor risiko tersebut di atas, dokter akan menangani factor tersebut juga. Contohnya jika pasien dengan DE memiliki kencing manis, dokter juga akan menangani kencing manisnya tersebut, karena hasil pengobatan DE akan menjadi tidak maksimal tanpa pengobatan kencing manisnya.

            Pengobatan DE memiliki tiga tahapan. Tahap pertama atau lini terdepan pengobatan DE adalah dengan obat - obatan yang diminum, atau dengan alat vakum. Tahap kedua adalah dengan penyuntikkan obat - obatan, dan tahap ketiga adalah memalui operasi pemasangan “penis buatan”. Sebelum memberikan obat-obatan, dokter akan melakukan penyuluhan kepada pasien mengenai penyakit dan pengobatan yang akan dilakukan. Selain itu, dokter akan memastikan dulu apakah kondisi jantung pasien dalam keadaan baik. Hal ini penting dilakukan mengingat aktivitas fisik yang berlebihan, termasuk aktivitas seksual, sangat tidak dianjurkan bagi mereka yang memiliki gangguan jantung sedang-berat. Konsultasi kedokter spesialis jantung harus dilakukan sebelum DE diobati. Hasil pengobatan DE masa kini sudah baik. Sebagian besar pasien dapat memiliki kembali kemampuan ereksi yang dibutuhkanuntukhubunganseksual.Penelitianpadapasienkencingmanis, menemukan bahwa 60 - 70% pasien bisa mengalami ereksi dengan cukup baik setelah pemberian obat – obatan minum. Disamping pemberian obat, hal penting yang harus dilakukan pasien adalah merubah gaya hidup yang berisiko menyebabkan DE, seperti kurangnya olah raga dan merokok. Pasien harus berolah raga secara teratur dan berhenti merokok. Bagi pasien yang tidak berespon baik dengan obat – obatan minum, dokter akan melakukan evaluasi ulang,  dan selanjutnya akan memberikan pengobatan tahap dua atau tiga. Kembalinya kemampuan ereksi pasien tidak hanya mengembalikan rasa percaya diri, namun juga keharmonisan hubungan dengan pasangan dan perbaikan kualitas hidup.

            Demikian uraian singkat mengenai DE. Sebagai kesimpulan, DE adalah penyakit yang sangat mengganggu psikis dan kualitas hidup, namun pengobatan saat ini dapat dilakukan dengan aman dan memberikan hasil yang baik. Tidak ada alasan bagi pria dengan DE untuk tidak datang berobat kedokter, dan mendapatkan pengobatan yang terbaik tersebut.

 
Mengenal lebih dekat ilmu kedokteran Urologi
Monday, 22 September 2014 08:37

Mengenal lebih dekat ilmu kedokteran Urologi 

Dr. Dandy Tanuwidjaja, SpU

 

            Istilah “urologi” spertinya masih terasa asing di telinga masyarakat Indonesia, bahkan bagi sebagian tenaga kerja di bidang kesehatan. Secara umum, Urologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari dan menangani kelainan/penyakit pada sistem saluran kemih (termasuk ginjal, ureter, kantong kencing, uretra) pada pria dan wanita, dan sistem reproduksi pria (termasuk prostat, testis, dan saluran sperma). Selain itu, urologi juga mempelajari penanganan penyakit pada kelenjar anak ginjal, khususnya berkaitan dengan tumor pada organ tersebut.          

            Walaupun kadang masih terdengar asing di telinga, ilmu urologi sendiri sebenarnya sudah sangat lama menjadi bagian dalam sejarah manusia. Sesosok mumi Mesir, yang ditemukan pada tahun 4800 SM, diketahui menderita batu kantong kencing berukuran besar. Hippocrates, yang dikenal sebagai bapak ilmu kedokteran, menyebutkan secara khusus tentang batu saluran kemih dalam sumpahnya yang terkenal itu. Dua dari tiga tindakan pembedahan tertua dalam sejarah manusia adalah tindakan pembedahan urologi, yaitu sirkumsisi / sunat dan pembedahan batu kantong kencing.

            Kasus-kasus yang ditangani dokter spesialis urologi sebenarnya banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, meliputi: batu, tumor, infeksi, trauma pada saluran kencing (seperti batu ginjal atau batu kantong kencing) dan organ reproduksi pria (penis, biji kemaluan, dan saluran air mani), termasuk juga pembesaran prostat.

Dalam penanganan kasus-kasus tersebut, seorang dokter spesialis urologi melakukan diagnosa dan tindakan terapi. Terapi yang diberikan dapat berupa obat-obatan atau tindakan pembedahan, tergantung masing-masing kasus. Seiring dengan kemajuan teknologi di bidang kedokteran, tindakan pembedahan yang dilakukan dokter spesialis urologi berfokus pada tehnik pembedahan endoskopik / tanpa sayatan atau sayatan minimal.  Pada tehnik-tehnik ini, risiko operasi jauh lebih kecil dan dengan hasil yang optimal. Lama perawatan juga menjadi lebih singkat, dan pasien dapat beraktivitas lebih cepat.

Sebagai contoh, dapat dilihat pada tehnik pembedahan prostat. Pada jaman dahulu, operasi pengangkatan prostat yang membesar dilakukan dengan menggunakan pisau untuk menyayat dinding perut pasien. Pada saat ini, tindakan tersebut sudah jarang dilakukan. Dokter spesialis urologi menggunakan tehnik endoskopik, yang dikenal sebagai TURP (Transurethral Resection of the Prostate), untuk menghilangkan sumbatan saluran kencing akibat prostat yang membesar. Keuntungan tehnik ini meliputi tidak adanya bekas sayatan pisau (tanpa pisau), lebih aman, efektif untuk menghilangkan gangguan kencing, masa rawat yang lebih singkat, dan pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat.

Pengobatan batu saluran kencing saat ini pun sudah mengalami banyak kemajuan. Dahulu pengobatan batu saluran kencing dilakukan dengan pembedahan yang menggunakan pisau. Saat ini telah dikembangkan berbagai macam tehnik pembedahan tanpa sayatan atau dengan sayatan minimal. Tehnik pembedahan tanpa sayatan meliputi tehnik ESWL (Extra Corporeal Shock Wave Lithotripsy) dan endoskopik. Tehnik pembedahan dengan sayatan minimal meliputi PCNL (percutaneous nephrolithotripsy) dan laparoskopik. Dokter spesialis urologi akan menentukan tindakan mana yang terbaik untuk masing-masing pasien, tergantung pada letak, ukuran, komposisi, jumlah batu, dan kondisi medis lain yang menyertai. Pada tehnik ESWL, batu dipecahkan dengan menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh, tanpa adanya sayatan atau alat yang masuk ke dalam tubuh pasien.  Pada tehnik endoskopik (tanpa pisau) tindakan dilakukan dengan memasukkan alat melalui saluran kencing pasien untuk mencari dan menghancurkan batu. Alat tersebut dilengkapi dengan serat fiber optik dan penghancur batu. Metode ini memiliki keuntungan seperti :efektif, lebih aman, dan masa rawat yang lebih singkat. Pada tehnik sayatan minimal (PCNL atau laparoskopik) dokter spesialis urologi akan membuat sayatan kecil pada kulit, dan batu akan dikeluarkan atau dihancurkan. Dibanding tehnik pembedahan dengan sayatan konvensional, tehnik sayatan minimal juga memiliki keuntungan, seperti : efektif, aman, dan masa rawat yang lebih singkat.

Selain penyakit saluran kencing, dokter spesialis urologi juga menangani kasus-kasus gangguan sistem reproduksi, termasuk infertilitas (kemandulan) dan gangguan seksual (seperti impotensi/lemah syahwat dan ejakulasi dini) pada pria. Pengobatan yang diberikan dapat berupa obat-obatan atau tindakan pembedahan, tergantung masing-masing kasus. Pada kasus infertilitas, dokter spesialis urologi berperan mulai dari penegakkan diagnosa sampai dengan pengobatan, termasuk tindakan pembedahan khusus pengambilan sel sperma untuk keperluan tehnik bayi tabung. Penanganan impotensi dan ejakulasi dini juga dapat dilakukan dengan efektif dan aman.

Dengan semakin mudahnya akses masyarakat ke sarana kesehatan, khususnya pelayanan kedokteran urologi, diharapkan penanganan penyakit-penyakit saluran kencing dan sistem reproduksi pria dapat lebih baik. Masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi dokter spesialis urologi terdekat.

 

 

 
Jangan biarkan Pembesaran Prostat Mengganggu Usia Indah Anda Atasi dengan Bijak dan Tepat
Monday, 22 September 2014 08:31

PEMBESARAN PROSTAT

Jangan biarkan Pembesaran Prostat Mengganggu Usia Indah Anda

Atasi dengan Bijak dan Tepat

Dr. Dandy Tanuwidjaja, SpU

 

            Istilah pembesaran prostat masih sedikit asing di masyarakat kita, dibandingkan penyakit lain seperti jantung koroner, stroke, atau kencing manis. Namun ternyata pembesaran prostat ini banyak dialami oleh pria, terutama pria di atas 50 tahun. Menurut data dari Asosiasi Urologi Eropa, sebanyak 40% pria di atas 50 tahun mengalami pembesaran prostat, angka ini meningkat menjadi 90% untuk pria di atas 90 tahun. Dengan kata lain 4 dari 10 pria di atas 50 tahun menderita pembesaran prostat. Hal ini tentu merupakan hal yang mengkhawatirkan, karena biasanya usia 50 tahun adalah saat dimana seorang pria seharusnya menikmati masa-masa indah memasuki masa pensiun.

            Prostat adalah kelenjar seksual aksesoris yang dimiliki setiap pria. Seiring dengan bertambahnya usia kelenjar prostat bisa membesar. Penting diketahui bahwa pembesaran prostat tersebut bisa jinak atau ganas (kanker prostat). Keduanya merupakan dua penyakit yang berbeda, dengan penanganan yang jauh berbeda. Kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai pembesaran prostat yang jinak.  Bagaimana pembesaran prostat jinak bisa terjadi? Penyebab pasti pembesaran prostat belum jelas. Berbagai teori telah berusaha menjelaskan penyebab pembesaran prostat ini, salah satu yang banyak dianut adalah teori androgen/testosterone dan teori sel embrional. Teori androgen menduga faktor hormonal sebagai penyebab pembesaran prostat.

            Pembesaran prostat dapat menimbulkan gejala yang sangat mengganggu kualitas hidup seseorang. Prostat yang membesar menyebabkan pancaran air kencing dari kandung kencing terhambat, sehingga gejala yang dirasakan oleh pasien biasanya adalah sulit buang air kecil (BAK). Gangguan buang air kecil ini meliputi : sering BAK, sering terbangun untuk BAK pada saat tidur (2 kali atau lebih), harus mengedan saat BAK, sulit memulai untuk BAK (seringkali pasien harus menunggu lama untuk air kencing bisa keluar), pancaran kencing yang lemah, BAK menetes, dan BAK yang tidak lampias. Dapat dibayangkan bagaimana mengganggunya gejala-gejala tersebut.

            Selain masalah BAK, jika dibiarkan pembesaran prostat juga dapat mengganggu organ lain, seperti: kandung kemih, ginjal, dan kejantanan. Pembesaran prostat jinak dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti: tidak bisa BAK sama sekali, batu kandung kemih, kencing berdarah, gangguan/kerusakan ginjal, dan infeksi saluran kemih. Kerusakan ginjal yang terjadi dapat bersifat menetap atau tidak bisa dikembalikan. Pembesaran prostat juga dapat disertai dengan hernia (turun bero) dan wasir, yang diakibatkan oleh seringnya mengedan saat BAK. Selain itu, dapat juga disertai impotensi. Jika anda mengalami gejala-gejala tersebut diatas, segera periksakan diri ke dokter spesialis Urologi untuk pengobatan lebih lanjut.

            Saat pasien datang dengan keluhan di atas, dokter spesialis urologi akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mendiagnosis dan mengobatinya, setelah terlebih dahulu menentukan apakah ada tanda-tanda keganasan prostat. Perlu diketahui juga bahwa tidak semua pembesaran prostat menimbulkan gejala, sebaliknya belum tentu gejala sulit BAK disebabkan oleh prostat yang membesar. Oleh sebab itu, pemeriksaan oleh dokter sangat penting untuk menentukan penyebab dan terapi terbaik. Pengobatan pembesaran prostat jinak disesuaikan dengan derajat keparahan, ada/tidaknya komplikasi yang menyertai, kelainan penyerta yang ada, sarana/alat yang tersedia, dan keinginan pasien. Pembedahan tidak selalu menjadi pilihan terapi. Pembesaran prostat jinak tanpa disertai komplikasi bisa diobati hanya dengan minum obat-obatan dan modifikasi gaya hidup saja. Jika ada keluhan lain seperti impotensi, dokter spesialis Urologi juga akan mengobati keluhan tersebut. Secara umum, tindakan pembedahan hanya dilakukan jika ada indikasi, yaitu jika sudah timbul komplikasi, gagal dengan obat-obatan, atau keinginan pasien sendiri.

            Seiring dengan kemajuan bidang kedokteran, tehnik pembedahan untuk prostat pun semakin maju. Dahulu dokter bedah harus melakukan sayatan pada kulit untuk mengambil prostat yang membesar. Operasi semacam ini menyebabkan trauma psikologis tersendiri bagi pasien, dikarenakan nyeri yang timbul, lama perawatan yang lama, adanya bekas sayatan, atau komplikasi pembedahan yang mungkin terjadi. Saat ini, sebagian besar pembedahan prostat dilakukan dengan tehnik endoskopik, yaitu : Transurethral Resection of the Prostate (TURP). Dengan tehnik ini dokter spesialis Urologi tidak menyayat kulit, setelah pasien dibius alat endoskopi dimasukkan melalui saluran kencing pasien dan prostat pun dikeluarkan. Keuntungan tehnik ini meliputi: tidak adanya bekas sayatan, masa rawat yang lebih singkat, tingkat komplikasi yang lebih rendah, dan nyeri yang lebih berkurang. Lama pembedahan kurang lebih 1 jam, dan biasanya pada hari ketiga atau keempat pasien sudah boleh pulang.   

            Akhir kata, masalah pembesaran prostat adalah masalah yang banyak dijumpai pada pria di atas 50 tahun dan mengganggu kualitas hidup jika tidak diobati. Pengobatan tidak selalu dilakukan dengan pembedahan. Sekalipun pembedahan harus dilakukan, tehnik tanpa sayatan seperti TURP dapat dilakukan dengan relatif aman, nyaman, dan efektif. 

 

 

Referensi

 

Roehrborn, CG. Benign prostatic hyperplasia, in Campbell Walsh Urology. Wein AJ, Kavoussi LR, et al. 10th ed. 2011.

Oelke M, Bachmann A, Descazeaud A. Male Lower Urinary Tract Syndrome incl Benign Prostatic Obsrtuction, in EAU Guidelines 2013.

 

 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3